Laman

Sabtu, 26 Maret 2016

Suplemen Alami TOKSOPLASMA No. 1


86

Penyakit toksoplasma, pasti tidak terdengar asing bagi Anda. Awalnya, penyakit ini ditemukan pada seekor rodensial (hewan pengerat) di Tunisia tahun 1908. Sedangkan pada manusia baru ditemukan di Cekoslovakia pada tahun 1923. Penyakit yang kerap mengambinghitamkan kucing ini malah ditengarai sudah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Bentuknya memang kecil, tapi dampak penyakit ini bisa menyebabkan cacat seumur hidup hingga kematian.

Toksoplasma disebabkan oleh sejenis parasit, yaitu toksoplasma gondi

Ukuran parasit ini lebih besar daripada virus dan lebih kecil daripada kuman. Meski dikenal sebagai parasit kucing, toksoplasma nyatanya tak pernah pandang bulu saat menyerang. Semua jenis binatang, seperti burung, ikan, kelinci, sapi, kambing, babi hingga manusia bisa terjangkit penyakit ini.

Banyak kalangan masih salah kaprah, mengira toksoplasma hanya bisa ditularkan oleh kucing. Padahal semua binatang dan manusia punya potensi penularan yang sama, toksoplasma dapat ditularkan melalui tiga cara yaitu tertelan, melalui kotoran dan cairan tubuh seperti air liur, sperma, transfusi darah serta donor organ.

Parasit tokso, mampu bertahan hidup dengan menempel pada berbagai organ dan jaringan makhluk hidup. Ia hidup nyaman dan berkembang biak dalam sel darah putih, jaringan parenkim dan sel endotel. Saat manusia menyantap daging hewan terinfeksi toksoplasma dalam keadaan setengah matang, parasit yang bertahan dalam bentuk kista ini bakal ikut tertelan dan berkembang biak.

Selain hidup menempel pada jaringan-jaringan tubuh, toksoplasma juga berkembang biak secara sempurna dalam saluran cerna binatang. Telur (oosit) toksoplasma lantas ikut terbuang melalui kotoran. Oosit yang hidup di kotoran dan tanah yang lembab mampu bertahan hidup hingga satu tahun. Sambil menunggu induk semang baru.

Untungnya, sebagian besar manusia memiliki kekebalan tubuh relatif tinggi. Akibatnya, sekitar 80% hingga 90% pasien yang terinfeksi toksoplasma tak merasakan gejala yang berarti. Gejalanya tak jauh beda dengan gejala flu ringan, misalnya badan terasa agak demam, sakit kepala, lemas hingga gangguan kulit dan bengkak pada kelenjar getah bening.

Namun lain halnya apabila toksoplasma menginfeksi pasien dengan daya tahan tubuh rendah seperti penderita TBC, HIV/AIDS atau bayi. Pada kasus ini, gejala yang timbul biasanya lebih berat. Kalau parasit menginfeksi bagian mata, pasien bisa mengalami gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur, kerusakan retina sampai kebutaan.

Sementara itu, kalau infeksi terjadi pada jantung dapat mengakibatkan kerusakan katup jantung. Infeksi pada jaringan syaraf dan otak menimbulkan berbagai gejala yaitu sakit kepala, rasa baal (mati rasa) sebagian anggota tubuh hingga menimbulkan kejang-kejang yang berujung pada kematian. Namun kasus fatal akibat toksoplasma jumlahnya kecil sekali. Namun justru kedatangannya yang tak disertai gejala berarti inilah yang membuat Anda perlu lebih waspada terhadap parasit toksoplasma. Pasalnya, tanpa penanganan medis, toksoplasma dapat bertahan hidup hingga seumur hidup Anda.

Pada tubuh dengan daya tahan tinggi, toksoplasma mungkin tidak akan menimbulkan gejala. Ia hanya membentuk diri menjadi kista, menempel pada jaringan tubuh, dan siap menginfeksi bila yang bersangkutan kembali terpapar toksoplasma dalam jumlah besar.

SARAN Suplemen Toksoplasma dengan 4Life Transfer Factor :


TF Tri Factor Formula dosis 3x5


No. 24) Transfer Factor Formula


TF Plus Tri Factor Formula dosis 3x3


No. 23) Transfer Factor Plus


Di 4Life, kami memberikan produk inovatif yang mendukung kebutuhan akan kesehatan yang berkualitas. Karenanya, produk 4Life merupakan hasil Riset dan Pengembangan dari Tim Sains 4Life Research.

Tim riset dan pengembangan kami selalu terus menerus aktif mengeksplorasi metode baru dan inovatif dalam pengembangan produk. 4Life memiliki Dewan Penasihat Ilmu Kesehatan (HSAB) yang terdiri dari dokter, ahli bio kimia, ahli gizi dan AHLI IMUNITAS yang profesional dan berdedikasi.


Catatan Penting:


Sehubungan dengan kode etik 4Life dan regulasi BPOM, kami berhati-hati untuk tidak menampilkan klaim berlebihan atas produk 4Life melalui Website, SMS, BBM, Brosur dan Social Media.

Padahal Transfer Factor ini sangat bagus untuk kesehatan Anda. Hal ini karena 4Life Transfer Factor terdaftar sebagai suplemen bukan obat. Suplemen Transfer Factor secara umum dapat membantu memelihara kesehatan Anda. Transfer Factor adalah molekul penghantar kecil yang mentransfer respon informasi alamiah dari satu entitas ke entitas lainnya.

Dan 4Life perusahaan pertama yang mempatenkan hak atas ekstraksi Transfer Factor dari protein susu/bubuk whey. Tidak hanya itu, 4Life memegang dua hak paten eksklusif: Proses ekstraksi untuk transfer factor dari kuning telur ayam (Paten #6.468.534) dan teknik manufaktur eksklusif (Paten #6.866.868). Untuk Informasi lebih lanjut tentang Tata Cara Penggunaan Produk-produk 4Life Research dan Manfaatnya untuk kondisi/keluhan kesehatan Anda saat ini, silahkan hubungi secara langsung di no. HP kami yang ada di web ini untuk mendapatkan informasi yang lengkap, aktual, tajam dan terpercaya. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar