Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Asma dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul disegala usia, tetapi umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia di bawah 5 tahun orang dewasa pada usia sekitar 30 tahunan.
Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 300 juta orang di dunia mengidap penyakit asma dan 225 ribu orang meninggal karena penyakit asma pada tahun 2005 lalu. Hasil penelitian International Study on Asthma and Alergies in Childhood pada tahun yang sama menunjukkan bahwa di Indonesia prevalensi gejala penyakit asma melonjak dari sebesar 4,2% menjadi 5,4 %.
Penyebab serangan asma kebanyakan karena alergi terhadap :
- Bahan tertentu (alergen) seperti debu, bulu binatang, serbuk sari, bahan makanan (telur, ikan laut, kacang, ayam, dll), MSG, Pemanis dan cuaca.
- Pada beberapa orang, asma juga bisa disebabkan karena cemas & stres kelelahan setelah melakukan aktifitas.
Gejala Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara yang mengakibatkan peneyempitan saluran udara sehingga penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.
Sel-sel kekebalan tubuh tertentu di dalam saluran udara (terutama sel mast) diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit disepanjang bronki melepaskan histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya :
- Kontraksi otot polos
- Peningkatan pembentukan lendir
- Perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.
Mastosit mengeluarkan zat-zat tersebut sebagai respon terhadap sesuatu yang mereka kenal sebagai benda asing (alergen) yang harus diserang/dieliminasi, seperti serbuk sari, debu halus yang terdapat di dalam rumah, bulu binatang, makanan, minuman dingin, udara dingin, pemanis buatan, MSG atau bahan lain yang bisa memicu asma.
Tetapi asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama terjadi jika orang tersebut kelelahan setelah melakukan aktifitas, stres dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.
Selain sel Mastosit, sel Eosnofil yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma juga melepaskan leukotrien yang menyebabkan penyempitan saluran udara.
Ciri - Ciri Asma
Asma adalah kondisi yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan kecil (bronchi). Penyakit asma pada anak bisa terjadi karena faktor lingkungan ataupun keturunan. Oleh karena itu, orangtua harus waspada dan rajin mengamati kondisi si anak.
Dokter Spesialis Anak, Bambang Supriyanto membeberkan tentang ciri-ciri asma pada anak-anak. Bambang Supriyanto menjelaskan ciri-ciri tersebut saat menghadiri acara talkshow ‗Woman Helath Expo 2010′ di Hotel Sahid, Jumat 5 Februari 2010.
Menurut dokter, ada beberapa ciri-ciri pada anak saat mengalami asma. Berikut ciri-cirinya :
Batuk atau mengi pada malam hari atau bisa juga terjadi pada musiman. Setelah selesai aktivitas batuk akan menghilang sendiri dengan atau tanpa obat.
- Ada riwayat alergi baik pada pasien atau keluarga
- Tak hanya ciri-cirinya, tetapi penyebab asma juga perlu diketahui.
- Asma bisa juga karena adanya kelainan pada saluran pernafasan seperti halnya otot saluran nafas mengkerut, saluran lendir menebal atau bengkak dan lendir lebih banyak yang kental dan lengket.
- Anak yang terkena asma biasanya sesak nafas dan nafasnya cepat. Sakit di bagian dada dan biru disekitar mulut serta susah berkata-kata.
Dokter Bambang menjelaskan untuk menghindari anak-anak dari penyakit asma adalah menjauhkan atau menghindari anak dari debu, binatang, kapuk, makanan yang bisa menyebabkan alergi dan asap rokok serta obat nyamuk dan juga jauhkan dari udara dingin.
―Penyakit asma pada anak 80 persen bisa disembuhkan asal ditangani dengan cepat,‖ tandasnya.
Saran Suplemen ASMA dengan 4Life Transfer Factor :
TF Tri Factor Formula dosis 3x3
Di 4Life, kami memberikan produk inovatif yang mendukung kebutuhan akan kesehatan yang berkualitas. Karenanya, produk 4Life merupakan hasil Riset dan Pengembangan dari Tim Sains 4Life Research.
Tim riset dan pengembangan kami selalu terus menerus aktif mengeksplorasi metode baru dan inovatif dalam pengembangan produk. 4Life memiliki Dewan Penasihat Ilmu Kesehatan (HSAB) yang terdiri dari dokter, ahli bio kimia, ahli gizi dan AHLI IMUNITAS yang profesional dan berdedikasi.
Catatan Penting:
Sehubungan dengan kode etik 4Life dan regulasi BPOM, kami berhati-hati untuk tidak menampilkan klaim berlebihan atas produk 4Life melalui Website, SMS, BBM, Brosur dan Social Media.
Padahal Transfer Factor ini sangat bagus untuk kesehatan Anda. Hal ini karena 4Life Transfer Factor terdaftar sebagai suplemen bukan obat. Suplemen Transfer Factor secara umum dapat membantu memelihara kesehatan Anda. Transfer Factor adalah molekul penghantar kecil yang mentransfer respon informasi alamiah dari satu entitas ke entitas lainnya.
Dan 4Life perusahaan pertama yang mempatenkan hak atas ekstraksi Transfer Factor dari protein susu/bubuk whey. Tidak hanya itu, 4Life memegang dua hak paten eksklusif: Proses ekstraksi untuk transfer factor dari kuning telur ayam (Paten #6.468.534) dan teknik manufaktur eksklusif (Paten #6.866.868).
Untuk Informasi lebih lanjut tentang Tata Cara Penggunaan Produk-produk 4Life Research dan Manfaatnya untuk kondisi/keluhan kesehatan Anda saat ini, silahkan hubungi secara langsung di no. HP kami yang ada di web ini untuk mendapatkan informasi yang lengkap, aktual, tajam dan terpercaya. Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar